Site icon BeritaHarian24

Dokter Tegaskan Bahwa Mengelola Stres, Bisa Cegah Hipertensi

Dokter

Dokter Tegaskan Bahwa Mengelola Stres, Bisa Cegah Hipertensi

Dokter Menegaskan Bahwa Mengelola Stres Bukan Sekadar Soal Kenyamanan Psikologis, Tetapi Juga Strategi Penting Untuk Mencegah Hipertensi. Atau tekanan darah tinggi yang berisiko komplikasi serius. Hipertensi sering disebut “pembunuh senyap” karena sering tidak menunjukkan gejala hingga memicu penyakit berat lain seperti stroke, serangan jantung, dan kerusakan ginjal di kemudian hari.

Menurut Dokter spesialis jantung, salah satu langkah pencegahan yang efektif adalah menjaga kondisi emosi dan respon tubuh terhadap tekanan hidup. Ketika seseorang menghadapi stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat dalam jangka waktu tertentu.

Tekanan darah yang naik berulang dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku dan susah kembali ke kondisi normal. Kondisi ini akhirnya meningkatkan risiko hipertensi kronis yang berujung pada komplikasi kardiovaskular. Karena itulah, para Dokter menekankan pentingnya membangun kebiasaan sehat untuk mengelola stres sejak dini.

Stres dan Hipertensi: Kaitan yang Signifikan

Beragam riset kesehatan menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat stres dan naiknya tekanan darah. Meski stres tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab hipertensi, tekanan psikologis yang berkepanjangan berkontribusi besar terhadap pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur, makan tidak teratur. Hingga konsumsi alkohol yang berlebihan — semua faktor yang dapat memperburuk tekanan darah.

Data juga memperlihatkan bahwa respon stres yang terus-menerus memicu tubuh menghasilkan hormon yang membuat pembuluh darah menyempit dan jantung berdetak lebih cepat. Faktor ini bukan hanya meningkatkan tekanan darah sesaat, tetapi jika berlangsung lama, bisa mempercepat munculnya hipertensi kronis pada banyak orang dewasa.

Strategi Dari Dokter Untuk Mengelola Stres yang Efektif

Para ahli kesehatan menyarankan langkah-langkah praktis yang dapat dimulai dari rumah untuk mengelola stres dan pada gilirannya membantu mencegah hipertensi. Pertama, olahraga ringan teratur, seperti berjalan kaki 30 menit sehari. Dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang menenangkan pikiran dan sekaligus menurunkan tekanan darah.

Pola tidur yang cukup juga memainkan peranan penting. Tidur yang berkualitas mendukung pemulihan tubuh dan membantu mengatur keseimbangan hormon stres sehingga tekanan darah cenderung lebih stabil. Sistem tidur yang baik sering menjadi rekomendasi awal bagi penderita hipertensi atau mereka yang berisiko tinggi.

Selain itu, teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, serta latihan pernapasan dalam secara signifikan dapat menurunkan ketegangan otot dan menenangkan pikiran. Teknik-teknik ini telah terbukti dalam banyak studi menjadi pendekatan efektif untuk meredakan stres fisik maupun mental yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Peran Gaya Hidup Sehat dalam Pencegahan

Pencegahan hipertensi tidak hanya soal manajemen stres. Pola makan sehat rendah garam, konsumsi buah dan sayur segar. Serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala juga sangat dianjurkan. Perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi natrium dan lemak jenuh membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah sehingga tekanan darah tetap terkendali.

Puskesmas dan fasilitas kesehatan umum juga mengkampanyekan pendekatan CERDIK — cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres — sebagai pedoman sederhana bagi masyarakat untuk mencegah hipertensi dan komplikasinya.

Peranan Masyarakat dan Tenaga Medis

Dokter menekankan bahwa pencegahan hipertensi merupakan kerja sama antara pasien, tenaga medis, dan komunitas. Edukasi tentang pentingnya deteksi dini tekanan darah dan pengelolaan stres sejak usia muda akan memberi dampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang. Pemerintah dan tenaga kesehatan terus mendorong sosialisasi pentingnya manajemen stres sebagai bagian integral dari pencegahan penyakit kronis.

Exit mobile version