Site icon BeritaHarian24

Prabowo, Program MBG Di Proyeksikan Lampaui McDonald’s

Prabowo

Prabowo, Program MBG Di Proyeksikan Lampaui McDonald’s

Prabowo Menarik Perhatian Dunia Saat Menyampaikan Pidato Khusus Di World Economic Forum (WEF) 2026 Di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Ia memaparkan secara gamblang capaian dan ambisi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah di jalankan pemerintah Indonesia. Termasuk proyeksi yang menyatakan program ini akan segera melampaui jumlah porsi makanan yang di produksi jaringan cepat saji global McDonald’s.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan pemimpin negara, ekonom dunia, akademisi, dan praktisi dalam forum tahunan bergengsi itu. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang melakukan investasi besar-besaran dalam program pemberian makan bergizi gratis sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Capaian MBG dalam Setahun

Menurut Prabowo, program MBG yang dimulai pada 6 Januari 2025 awalnya hanya memiliki 190 dapur yang melayani sekitar 570.000 porsi makanan per hari. Namun, dalam kurun waktu sekitar satu tahun, program ini mengalami ekspansi signifikan. Jumlah dapur yang tersedia telah meningkat menjadi 21.102 unit di seluruh Indonesia, dengan total produksi harian mencapai 59,8 juta porsi makanan.

Prabowo Membandingkan Jumlah Porsi MBG Dengan Produksi Makanan Dari Mcdonald’s

Porsi makanan yang di sajikan ini khusus di tujukan bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang hidup sendiri. Makanan di berikan setiap hari secara gratis, baik di sekolah maupun langsung ke rumah penerima dalam beberapa kasus.

Membandingkan dengan McDonald’s

Untuk memberi konteks global terhadap skala program tersebut, Prabowo Membandingkan Jumlah Porsi MBG Dengan Produksi Makanan Dari Mcdonald’s, salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia. Ia menyebut bahwa McDonald’s saat ini memproduksi sekitar 68 juta porsi makanan per hari. Angka yang menurutnya akan segera terlampaui oleh program MBG dalam waktu sekitar sebulan ke depan jika tren ekspansi terus berlanjut.

“Untuk memberikan gambaran, dalam waktu sekitar satu bulan kami akan melampaui McDonald’s, yakni 68 juta porsi makanan per hari,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Ia mencatat McDonald’s membutuhkan waktu lebih dari 55 tahun sejak pendiriannya pada 1940-an untuk mencapai kapasitas produksi tersebut.

Target Lebih Besar Di Akhir 2026

Tidak hanya itu, Prabowo juga menyampaikan target ambisius pemerintah untuk terus meningkatkan kapasitas program MBG. Pemerintah menargetkan agar produksi MBG dapat mencapai 82,9 juta porsi makanan per hari pada akhir Desember 2026. Menurut Prabowo, jajaran menteri optimistis target ini bisa di capai bahkan sebelum akhir tahun.

Target produksi ini tidak hanya di maksudkan untuk memperluas jangkauan pemberian makanan bergizi. Tetapi juga sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja baru.

Dampak Ekonomi Program MBG

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa implementasi program MBG menciptakan dampak ekonomi yang signifikan. Program ini telah membuka lebih dari 600.000 lapangan kerja langsung. Terutama di dapur-dapur yang melayani MBG. Selain itu, terlibat lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan makanan atau mitra penyedia layanan.

Pemerintah juga memproyeksikan bahwa pada puncak operasionalnya nanti, program MBG akan menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja baru, termasuk pekerjaan tidak langsung melalui vendor dan pemasok yang terlibat. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat perekonomian nasional secara keseluruhan.

Pesan kepada Dunia Dan Penutup

Dengan memaparkan perkembangan dan proyeksi program MBG di forum internasional seperti WEF, Prabowo ingin menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pembangunan sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, dan pengentasan masalah gizi. Ia berharap bahwa capaian MBG dapat menjadi contoh bagi negara lain mengenai bagaimana kebijakan sosial yang terencana dapat berdampak luas baik secara sosial maupun ekonomi.

Pidato Prabowo di Davos tidak hanya memperkenalkan program sosial unggulan Indonesia. Tetapi juga menegaskan bahwa negara ini tengah bertransformasi menjadi pemain penting dalam isu global terkait kesejahteraan masyarakat dan pembangunan manusia.

Exit mobile version