Site icon BeritaHarian24

Ruben Amorim Di Pecat MU Setelah 14 Bulan Pimpin Tim

Ruben Amorim

Ruben Amorim Di Pecat MU Setelah 14 Bulan Pimpin Tim

Ruben Amorim Resmi Di Pecat Sebagai Manajer Manchester United Pada 5 Januari 2026 Setelah Masa Kepemimpinannya Selama 14 Bulan. Keputusan ini diambil klub menyusul hasil yang kurang memuaskan dan beberapa masalah internal yang muncul selama periode kerja sang pelatih asal Portugal tersebut.

Amorim bergabung dengan Manchester United pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag, dengan harapan mampu membawa perubahan positif bagi tim. Pada musim pertamanya, ia sempat membawa United hingga final Liga Europa, namun gagal juara setelah kalah dari Tottenham. Di ajang Liga Inggris, performa tim juga kurang konsisten dan pada akhir musim United hanya finis di peringkat ke-15, posisi terendah klub sejak era Premier League.

Musim 2025/2026 tak jauh lebih mulus. Di pertengahan musim, United hanya duduk di posisi keenam klasemen sementara. Jauh dari target klub dan dengan tren hasil yang fluktuatif. Tekanan meningkat setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, yang menjadi laga terakhir Amorim sebagai pelatih.

Salah satu faktor kuat di balik pemecatan ini adalah masalah hubungan dan strategi antara Ruben Amorim dan manajemen klub. Laporan media menyebutkan bahwa hubungan tegang terutama terjadi antara Amorim. Direktur sepak bola Jason Wilcox, dan chief executive Omar Berrada. Amorim sempat mengkritik kebijakan transfer klub secara terbuka dan merasa kurang mendapat dukungan penuh dalam keputusan pemain, terutama dalam jendela transfer.

Selain itu, kritik terhadap gaya bermainnya juga menjadi sorotan. Ruben Amorim di kenal karena taktiknya yang kaku dengan formasi tertentu, yang di nilai kurang cocok dengan materi pemain Manchester United. Ketidaksesuaian strategi ini dianggap sebagai salah satu alasan mengapa tim tidak menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

Manchester United dalam pernyataannya mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memberi tim “peluang terbaik” meraih hasil tertinggi di Liga Inggris musim ini. Meskipun klub tetap berterima kasih atas kontribusi Amorim selama ini.

Amorim Membawa United Meraih 24–25 Kemenangan

Ruben Amorim menyisakan catatan statistik yang menjadi pembicaraan hangat di dunia sepak bola. Selama periode ini, Amorim memimpin United dalam 63 pertandingan di semua kompetisi, dengan total kemenangan yang relatif rendah dan performa yang tidak konsisten.

Secara keseluruhan di semua kompetisi, Amorim Membawa United Meraih 24–25 Kemenangan, 15–18 hasil imbang, dan 21–23 kekalahan. Menghasilkan persentase kemenangan sekitar 38–39 persen — angka yang termasuk terendah dalam sejarah manajer permanen klub sejak era Sir Alex Ferguson. Selain itu, tim mencetak sekitar 122 gol dan kebobolan 114 gol di bawah arahan Amorim. Mencerminkan kesulitan dalam mempertahankan keseimbangan antara produktivitas dan pertahanan.

Jika di lihat khusus di Liga Inggris, performa Amorim lebih menyorotkan tantangan yang di hadapi di kompetisi inti klub. Dari 47 pertandingan Premier League, United hanya memenangkan 15 laga, seri 13 kali, dan kalah 19 kali. Menghasilkan persentase kemenangan sekitar 32–33 persen — angka ini menjadi yang paling rendah di antara manajer United dalam era Premier League. Dalam kompetisi ini pula United mencatatkan selisih gol negatif (66 gol dicetak vs 72 kebobolan). Yang menunjukkan masalah konsistensi di kedua sisi lapangan.

Dari segi produktivitas poin, Amorim hanya mengumpulkan rata-rata sekitar 1,2 poin per pertandingan, jauh di bawah standar klub besar Liga Inggris. Angka ini bahkan lebih rendah di bandingkan banyak manajer United sebelumnya, termasuk Ralf Rangnick. Yang sebelumnya memegang rekor win rate terendah di klub setelah era Ferguson.

Meskipun memiliki beberapa momen positif — seperti kemenangan melawan tim besar Liga Inggris dan run ke final Liga Eropa di musim sebelumnya. Catatan statistik keseluruhan menjadi alasan kuat di balik keputusan klub untuk melakukan pergantian manajer. Performa tidak konsisten, jumlah kekalahan yang tinggi, serta win rate yang rendah membuat era Amorim di Old Trafford tercatat sebagai salah satu periode paling menantang dalam sejarah modern Manchester United.

Keputusan Manchester United Memecat Ruben Amorim

Keputusan Manchester United Memecat Ruben Amorim tidak di ambil secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai faktor yang di nilai tidak sejalan dengan target dan standar klub. Meski Amorim datang dengan reputasi tinggi sebagai pelatih muda berbakat dari Portugal, perjalanannya di Old Trafford tidak berjalan sesuai harapan manajemen maupun para pendukung.

Salah satu alasan utama pemecatan Amorim adalah hasil pertandingan yang tidak konsisten. Manchester United kesulitan menunjukkan performa stabil di kompetisi domestik, khususnya Liga Inggris. Tim kerap kehilangan poin penting, bahkan saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah. Posisi klub di klasemen di nilai tidak mencerminkan status Manchester United sebagai tim papan atas. Yang menargetkan persaingan gelar dan tiket Liga Champions.

Selain hasil, statistik permainan juga menjadi sorotan. Di bawah kepemimpinan Amorim, United dinilai kurang solid secara defensif dan tidak cukup tajam di lini serang. Jumlah kebobolan yang tinggi, selisih gol yang negatif pada periode tertentu, serta rendahnya rata-rata poin per pertandingan menjadi indikator bahwa proyek jangka panjang yang di harapkan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Faktor lain yang berpengaruh adalah ketidaksesuaian taktik dengan karakter pemain. Amorim di kenal dengan filosofi dan sistem permainan yang cukup spesifik. Namun implementasinya di Manchester United di nilai kurang fleksibel. Beberapa pemain inti di anggap tidak mampu beradaptasi secara maksimal dengan skema yang di terapkan. Sehingga performa individu maupun kolektif tim menurun.

Di luar lapangan, muncul pula ketegangan antara Amorim dan manajemen klub. Perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer, peran pemain muda. Serta arah pembangunan tim di sebut memperumit hubungan kerja. Manajemen merasa Amorim belum sepenuhnya selaras dengan visi jangka panjang klub. Terutama dalam hal restrukturisasi skuad dan strategi kompetitif. Tekanan dari suporter dan media juga menjadi faktor pendukung keputusan tersebut. Kritik yang terus meningkat membuat situasi internal klub semakin sulit di kendalikan.

Klub Langsung Menunjuk Darren Fletcher Sebagai Pelatih Sementara

Setelah Ruben Amorim di pecat oleh Manchester United, Klub Langsung Menunjuk Darren Fletcher Sebagai Pelatih Sementara (interim) untuk memimpin tim di sisa musim ini sambil mencari pengganti permanen. Fletcher, yang sebelumnya menjadi pelatih tim U-18 Manchester United, akan memimpin skuad senior United. Mulai dari laga Liga Inggris melawan Burnley setelah pemecatan Amorim.

Darren Fletcher adalah mantan gelandang Manchester United dan timnas Skotlandia yang memiliki hubungan panjang dengan klub. Setelah pensiun sebagai pemain, ia sempat menjadi bagian dari staf pelatih United dan kemudian di tunjuk sebagai pelatih tim junior sebelum di percayakan mengisi kekosongan jabatan manajer sementara ini.

Selain penunjukan Fletcher sebagai caretaker, Manchester United juga sedang mencari pelatih permanen baru yang akan mengambil alih setelah musim 2025/2026 berakhir. Beberapa nama telah di kaitkan sebagai kandidat pengganti Amorim. Termasuk pelatih yang sedang menangani klub lain atau eks pelatih top Eropa seperti Oliver Glasner dari Crystal Palace. Dan kemungkinan minat pada figur-figur seperti Xavi Hernández.

Namun hingga kini, klub belum membuat pengumuman resmi tentang manajer permanen berikutnya. United lebih memilih menempatkan Fletcher sementara waktu sambil mengevaluasi pilihan jangka panjang bagi masa depan pelatih mereka. Ini berarti Fletcher bisa tetap menangani tim hingga akhir musim, atau bahkan bergabung ke dalam proses seleksi pelatih baru. Jika United memutuskan untuk menunjuk manajer tetap pada musim panas.

Dengan demikian, Darren Fletcher menjadi pelatih pengganti Ruben Amorim untuk sementara. Sementara Manchester United terus mengevaluasi kandidat potensial lain untuk mengambil alih secara permanen di masa depan. Keputusan ini di harapkan memberi tim waktu dan stabilitas untuk menutup musim dengan performa terbaik sebelum melakukan perubahan manajerial yang lebih besar Ruben Amorim.

Exit mobile version