Farizon

Farizon Resmi Masuk Indonesia, Mobil Listrik Niaga Rp 600 Jutaan

Farizon Resmi Masuk Ke Indonesia Produsen Kendaraan Niaga Listrikal Asal Tiongkok, Yang Secara Resmi Memperkenalkan Produknya Di Tanah Air. Model pertama yang di luncurkan adalah Farizon SV, sebuah mobil listrik niaga/van komersial yang di rancang untuk kebutuhan operasional bisnis di berbagai sektor industri. Peluncuran ini di lakukan oleh Arista Group melalui PT Arista Auto Elektrindo pada Jumat (23/1/2026) di Jakarta.

Kehadiran Farizon di Indonesia menandai momen penting bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik niaga di dalam negeri. Sekaligus membuka pilihan baru bagi pelaku usaha yang ingin mengurangi biaya operasional dan emisi karbon melalui teknologi ramah lingkungan.

Farizon SV merupakan kendaraan niaga listrik berbasis van yang di tujukan untuk transportasi penumpang komersial dan operasional usaha sehari-hari. Unit ini memiliki konfigurasi hingga 16 kursi dengan kabin yang luas serta tata letak yang ergonomis. Sehingga cocok di gunakan untuk shuttle penumpang, angkutan karyawan, atau kendaraan perusahaan.

Farizon SV Di Lengkapi Dengan Lebih Dari 30 Fitur Keselamatan Dan Sistem Bantuan Berkendara

Dari sisi desain, Farizon SV tampil dengan konsep tanpa pilar B (without B-pillar), yang membuat akses keluar-masuk kabin menjadi lebih mudah tanpa mengurangi kekuatan struktur bodi. Struktur kendaraan ini di bangun atas arsitektur modular dari Geely Global Modular Architecture (GXA-M). Dengan kombinasi material aluminium dan baja berkekuatan tinggi untuk memenuhi standar keselamatan Eropa.

Di sektor keselamatan dan kenyamanan, Farizon SV Di Lengkapi Dengan Lebih Dari 30 Fitur Keselamatan Dan Sistem Bantuan Berkendara, yang mencakup sistem pengereman, kontrol stabilitas. Hingga berbagai fitur ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems). Semua fitur ini dirancang untuk mendukung operasional yang aman dan efisien setiap hari.

Performa dan Teknologi Pengisian Cepat

Untuk performa, Farizon SV di bekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga hingga 170 kW dan torsi puncak 336 Nm. Membuatnya responsif sekaligus efisien saat melaju di berbagai kondisi. Kendaraan ini juga di rancang dengan baterai berkapasitas cukup besar yang memungkinkan jarak tempuh hingga sekitar 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh — angka yang ideal untuk penggunaan komersial harian.

Farizon SV mendukung teknologi fast charging DC CCS2, sehingga pengisian baterai dari level 20 % ke 80 % hanya memakan waktu sekitar 36 menit. Ini memungkinkan operasional yang lebih produktif karena waktu berhenti lebih singkat daripada kendaraan dengan pengisian lambat.

Desain dimensi yang besar panjang hampir 5,9 meter dan tinggi 2,5 meter memberikan ruang kabin luas yang nyaman bagi penumpang dan ruang bagasi yang besar untuk kebutuhan operasional.

Harga dan Distribusi di Indonesia

Farizon SV dipasarkan di Indonesia dengan harga OTR Jakarta sekitar Rp 698 juta, berada di kisaran bawah Rp 600 jutaan sampai di bawah Rp 700 juta, menjadikannya opsi menarik di segmen kendaraan komersial listrik. Pemesanan unit ini sudah dibuka melalui jaringan dealer Farizon Arista di beberapa wilayah seperti Tebet (Jakarta) dan Bandung.

Menurut pihak Arista Group, Indonesia merupakan pasar penting bagi Farizon karena ekosistem elektrifikasi di Tanah Air mulai terbentuk dengan adanya insentif dan dukungan untuk kendaraan ramah lingkungan. Dengan membawa Farizon, di harapkan pelaku usaha di Indonesia dapat merasakan langsung manfaat efisiensi dan keberlanjutan dari kendaraan listrik niaga.

Pendukung Ekosistem Kendaraan Listrik Niaga

Masuknya Farizon ke Indonesia terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap mobil listrik secara umum. Baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong insentif untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan. Terutama insentif fiskal dan dukungan infrastruktur pengisian. Hal ini menciptakan peluang bagi merek-merek global untuk masuk dan bersaing di pasar lokal.

Selain Farizon, sejumlah merek EV lain juga memperluas kehadiran mereka di Indonesia, baik melalui produk penumpang maupun kendaraan komersial. Termasuk pabrikan dari Eropa, Asia, dan pasar domestik yang ingin ikut berkontribusi pada transisi energi bersih.