
Lisa Mariana Berbagai Kontroversi Yang Kini Sedang Di Alami
Lisa Mariana Kini Tengah Menghadapi Berbagai Kejadian Hukum Dan Publik Yang Penuh Kontroversi Terutama Bersama Ridwan Kamil. Salah satunya terkait dugaan penipuan pembelian piama yang di laporkan oleh AA, seorang warga Surabaya. AA merasa di rugikan setelah memesan lima piama dan satu tas makeup via Instagram, namun tidak menerimanya dan juga tidak memperoleh refund. Sehingga melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya dengan nilai kerugian sekitar Rp 1,8 juta. Polisi telah melakukan klarifikasi terhadap beberapa saksi dan barang bukti masih di kumpulkan, walaupun identitas terlapor belum di konfirmasi. Kuasa hukum Lisa menganggap laporan tersebut muncul karena momen viralitas kliennya pasca isu dugaan perselingkuhan dengan Ridwan Kamil.
Selanjutnya, publik di hebohkan oleh beredarnya tiga video asusila yang di duga menampilkan Lisa Mariana. Ia mengakui bahwa orang dalam video tersebut adalah dirinya, namun menegaskan bahwa ia adalah korban dari penyebaran video tersebut. Menurut penjelasan kuasa hukumnya, peristiwa dalam video itu terjadi saat Lisa dalam kondisi tidak sadar dan di manfaatkan oleh pihak lain. Saat ini, Lisa telah di panggil oleh penyidik Polda Jabar untuk di mintai keterangan dan laporannya pun di usut oleh Asosiasi Advokat Indonesia atas dugaan pelanggaran konten pornografi.
Sebelumnya, Lisa Mariana juga terlibat dalam gugatan atas pencemaran nama baik dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ia di tuduh menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya secara publik. Ridwan Kamil menempuh jalur hukum melalui laporan ke Bareskrim dan siap menjalani tes DNA jika di perlukan, sementara Lisa melalui pengacaranya menyatakan kesiapan kooperatif dalam proses hukum.
Kasus Lisa Mariana kini menjelma menjadi saling silang laporan hukum: mulai dari penipuan barang, video syur dengan kontroversi status korban atau pelaku, hingga gugatan mencuat terkait isu perselingkuhan. Proses penyidikan terus berjalan dan publik menanti bagaimana langkah hukum selanjutnya.
Konflik Antara Selebgram Lisa Mariana Dan Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
Konflik Antara Selebgram Lisa Mariana Dan Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), saat ini tengah memasuki babak hukum. Perkara tersebut bermula saat Lisa memberikan pernyataan tentang hubungan spesialnya dengan Ridwan Kamil pada tahun 2021 dan mengklaim telah memiliki anak darinya. Semuanya di sampaikan publik melalui media sosial dan meluas di masyarakat.
Merespon pernyataan tersebut, Ridwan Kamil dengan tegas membantahnya dan menyebut sebagai fitnah keji dengan motif ekonomi. Ia menyatakan bahwa perkara itu sudah “di selesaikan empat tahun lalu” dengan bukti yang valid. Bahwa sang anak lahir sebelum hubungan dengan Lisa di mulai, dan Lisa bahkan telah meminta maaf kepada keluarganya.
Pada 11 April 2025, Ridwan Kamil secara resmi melaporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong melalui media elektronik, sesuai UU ITE No. 1 Tahun 2024. Laporan ini tercatat dengan nomor LP: STTL/174/IV/2025/Bareskrim. Polri kemudian melakukan proses pendalaman lanjut untuk memastikan apakah pernyataan Lisa mengandung unsur pidana.
Hingga awal Mei 2025, kasus ini telah resmi naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri. Beberapa saksi telah di periksa, termasuk selebgram Ayu Aulia, yang di sebut ikut memberi bukti terkait pernyataan Lisa.
Sebagai respons atas laporan pidana itu, Lisa Mariana melalui kuasa hukumnya menyatakan terbuka untuk di hadapkan pada proses hukum. Ia bahkan sudah mengajukan gugatan perdata senilai Rp105 miliar terhadap Ridwan Kamil di PN Bandung, dengan sidang perdana dimulai 19 Mei 2025.
Secara keseluruhan, kasus antara Lisa Mariana dan Ridwan Kamil kini sedang berjalan di ranah hukum—baik pidana maupun perdata. Dengan langkah-langkah yang jelas dari kedua belah pihak serta proses penyidikan yang tengah berjalan.
RK Secara Tegas Membantah Semua Tuduhan
Kasus antara Ridwan Kamil (RK) dan selebgram Lisa Mariana bermula dengan pengakuan Lisa pada akhir Maret 2025. Melalui Instagram Story, Lisa mengklaim pernah menjalin hubungan khusus dengan RK pada 2021 dan menyatakan bahwa dirinya memiliki seorang anak dari hubungan tersebut. Ia kemudian mendesak RK untuk bertanggung jawab atas anak tersebut.
Menanggapi pengakuan itu, RK Secara Tegas Membantah Semua Tuduhan. Ia menyatakan bahwa masalah tersebut sudah di selesaikan empat tahun lalu, sebelum mereka berdua bertemu. Ia juga menegaskan bahwa sang anak lahir sebelum ada kontak dengan Lisa, dan bahwa Lisa pernah meminta maaf di hadapan keluarganya.
Karena pernyataan dari Lisa di anggap mencemarkan nama baiknya, RK mengambil langkah hukum. Pada 11 April 2025, RK mendatangi Bareskrim Polri dan melaporkan Lisa atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong melalui media elektronik. Laporan ini terekam dengan nomor LP/B/174/IV/2025/Bareskrim. Kuasa hukum RK menyatakan bahwa laporan di buat setelah upaya persuasif sebelumnya tidak membuahkan penyelesaian.
Setelah laporan di terima, Bareskrim mulai mempelajari substansi kasus ini. Beberapa saksi, termasuk selebgram lain bernama Ayu Aulia, sudah diperiksa dalam proses penyidikan kasus ini.
Pengesahan hubungan antara Lisa dan RK sendiri ikut muncul dalam keterangan Lisa kepada penyidik. Ia mengungkap bahwa mereka pernah bersama selama tiga hari dua malam di hotel Wyndham, Palembang. Di mana hubungan dan kehamilan tersebut terjadi. Pemeriksaan terhadap Lisa bahkan berlangsung selama lebih dari delapan jam, dengan total sekitar 40 pertanyaan diajukan oleh penyidik.
Secara keseluruhan, kasus ini telah memasuki fase hukum formal. Dari pengakuan publik via media sosial hingga laporan resmi dan proses penyidikan. Kronologi ini menunjukkan eskalasi hubungan pribadi menjadi sengketa hukum yang kompleks.
Isu Tes DNA Kini Menjadi Salah Satu Titik Panas
Isu Tes DNA Kini Menjadi Salah Satu Titik Panas dalam kasus antara selebgram Lisa Mariana dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Sejak Lisa menyatakan bahwa dirinya memiliki anak dari hubungan yang di duga dengan RK, tes DNA menjadi sorotan publik dan legal sebagai langkah pembuktian biologis yang objektif.
Pada akhir Maret 2025, Lisa melalui kuasa hukumnya menegaskan keseriusannya untuk mengikuti tes DNA demi membuktikan bahwa anaknya lahir dari RK. Ia menyatakan siap bekerja sama dengan dokter forensik mana pun demi mengakhiri isu yang menurutnya tak sepatutnya berkepanjangan. Melalui unggahan media sosial, Lisa percaya hasil tes DNA akan membuktikan kebenarannya. Sambil membuka data medis terkait persalinan yang menurutnya bisa mendukung bukti biologis tersebut.
Sementara itu, pengacara RK menyatakan bahwa proses DNA hanyalah valid jika di lakukan secara formal di hadapan pengadilan. Ia mendorong penyelesaian melalui ranah hukum ketimbang ke publik media sosial, sebagai langkah yang lebih jelas dan sah secara hukum.
Tak hanya Lisa, RK sendiri juga sempat menyatakan kesiapan mengikuti tes DNA. Menandakan kesediaan kedua pihak untuk membuka jalan kejelasan ilmiah jika di perlukan. Tes DNA di anggap bisa menjadi penentu identitas anak, sesuai dengan jaminan hak anak menurut putusan MK Nomor 46. Yang di tegaskan kembali dalam konteks gugatan perdata Lisa di PN Bandung. Lisa menantang RK untuk “beritikad baik” hadir ke persidangan sekaligus bersedia menjalani tes DNA.
Biaya tes DNA di Indonesia di sebut berkisar antara Rp5–10 juta, tergantung fasilitas dan metode yang di gunakan.
Secara keseluruhan, tes DNA telah berubah dari sekadar bukti biologis menjadi simbol kliring kebenaran dan integritas legal. Baik Lisa maupun RK di nilai perlu mendukung langkah ini secara transparan dan formal melalui ranah hukum yang sesuai Lisa Mariana.