Nevo Q05

Nevo Q05 Jadi Tulang Punggung Penjualan Changan di Indonesia

Nevo Q05 Menjadi Salah Satu Model Yang Paling Mendapat Perhatian Sejak Changan Mulai Memperluas Bisnisnya Di Pasar Otomotif Indonesia. SUV listrik tersebut kini bahkan di sebut menjadi tulang punggung penjualan Changan di Tanah Air.

Sejak di perkenalkan di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Nevo Q05 langsung mendapatkan respons positif dari konsumen. Hingga September 2026, jumlah pemesanannya telah menembus lebih dari 1.000 unit.

Nevo Q05 Jadi Model Terlaris Changan

CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan Nevo Q05 saat ini masih menjadi model yang paling banyak menopang penjualan perusahaan. Kontribusinya di sebut lebih besar di bandingkan model Changan lainnya yang telah di pasarkan di Indonesia.

Pencapaian tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak GIIAS 2026. Dari total 1.120 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang di peroleh Changan selama pameran, sebanyak 876 SPK atau sekitar 78 persen berasal dari Nevo Q05.

Angka tersebut membuat mobil ini menjadi model dengan kontribusi terbesar terhadap pencapaian Changan dalam debut perdananya di GIIAS. Setelah pameran berakhir, pemesanan kendaraan ini juga terus bertambah hingga melewati angka 1.000 unit.

Harga Nevo Q05 Naik Rp40 Juta

Di tengah tingginya permintaan, harga mobil ini kini mengalami penyesuaian. Saat pertama di perkenalkan, Changan menawarkan harga khusus untuk 1.000 konsumen pertama, yakni Rp309 juta untuk varian Pro dan Rp359 juta untuk varian Max.

Setelah kuota harga peluncuran tersebut habis, harga normal Nevo Q05 untuk pasar Jakarta menjadi Rp349 juta untuk varian Pro dan Rp399 juta untuk varian Max. Artinya, masing-masing varian mengalami kenaikan sekitar Rp40 juta dari harga perkenalan.

Meski harga sudah meningkat, model ini tetap menjadi produk utama Changan di Indonesia. Changan juga mulai menyerahkan unit kepada konsumen yang sebelumnya telah melakukan pemesanan sejak GIIAS 2026.

SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Nevo Q05 merupakan SUV listrik yang di rancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian. Salah satu aspek yang di tawarkan adalah jarak tempuh hingga 462 kilometer berdasarkan metode pengujian NEDC.

Mobil ini juga mendukung teknologi 3C fast charging. Pengisian daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen di klaim dapat di lakukan sekitar 15 menit. Selain itu, terdapat fitur Vehicle-to-Load atau V2L yang memungkinkan energi dari baterai di gunakan untuk memasok listrik ke perangkat lain.

Dari sisi kabin, Nevo Q05 di bekali layar head unit berukuran 14,6 inci dan panel instrumen digital 10,17 inci. Fitur perintah suara juga mendukung Bahasa Indonesia.

Untuk kenyamanan, tersedia kursi depan berventilasi, panoramic roof, ambient lighting, serta kursi berbahan kulit premium dengan struktur sembilan lapis Cloud Comfort Foam.

Dilengkapi Fitur Keselamatan

Mobil ini juga membawa berbagai teknologi bantuan berkendara. SUV listrik ini dibekali 25 fitur Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS.

Selain itu, terdapat kamera 540 derajat yang membantu pengemudi mendapatkan pandangan lebih luas ketika melakukan manuver maupun parkir. Kombinasi fitur tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya Changan menawarkan teknologi pada segmen SUV listrik.

Mobil ini juga telah dirakit secara lokal di Indonesia melalui fasilitas produksi Indomobil Group di Purwakarta, Jawa Barat. Konsumen mendapatkan garansi kendaraan lima tahun atau 150.000 kilometer serta garansi baterai delapan tahun atau 240.000 kilometer sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Permintaan dari Luar Jawa Mulai Tumbuh

Meski saat ini pemesanan Nevo Q05 masih banyak berasal dari wilayah Jawa dan Bali, Changan mulai melihat pertumbuhan permintaan dari konsumen di luar Jawa.

Di sisi lain, model Changan lainnya seperti Deepal S07 dan S05 juga mulai mendapatkan peminat. Namun, Nevo Q05 masih menjadi model yang paling besar kontribusinya terhadap penjualan perusahaan di Indonesia.

Dengan lebih dari 1.000 SPK dan mulai dikirim kepada konsumen, Nevo Q05 menjadi produk penting dalam langkah Changan membangun pasar kendaraan listrik di Indonesia.