
Mengenal Deposito Sebagai Investasi Menguntungkan
Mengenal Deposito Sebagai Produk Simpanan Di Bank Yang Penarikannya Hanya Dapat Di Lakukan Setelah Jangka Waktu Tertentu. Investasi ini sering di anggap sebagai salah satu pilihan investasi yang konservatif. Tetapi memberikan keuntungan yang cukup kompetitif di bandingkan dengan tabungan biasa.
Berbeda dengan tabungan biasa investasi ini memiliki suku bunga yang lebih tinggi. Dan periode jatuh tempo yang tetap mulai dari satu bulan hingga beberapa tahun. Maka investasi yang dapat berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, atau deposito on call. Sehingga deposito berjangka adalah jenis investasi yang paling umum.
Di mana nasabah menyimpan sejumlah uang di bank untuk jangka waktu tertentu. Misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Sehingga suku bunga yang di tawarkan lebih tinggi di bandingkan tabungan biasa. Dan bunga di bayarkan pada akhir periode atau secara berkala sesuai kesepakatan.
Sertifikat deposito adalah produk yang di terbitkan dalam bentuk sertifikat yang dapat di perdagangkan. Maka sertifikat ini dapat di pindahtangankan atau di jual sebelum jatuh tempo. Dan biasanya dengan syarat dan ketentuan tertentu. Mengenal investasi on call adalah simpanan yang tidak memiliki jangka waktu tetap.
Namun penarikannya harus di beritahukan terlebih dahulu beberapa hari sebelum di lakukan. Sehingga cocok untuk nasabah yang membutuhkan fleksibilitas dalam penarikan dana. Dengan suku bunga yang biasanya lebih rendah di bandingkan deposito berjangka.
Investasi ini di lindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga jumlah tertentu. Sehingga resiko kehilangan dana sangat rendah. Dan deposito memiliki resiko yang lebih rendah di bandingkan dengan investasi di pasar saham atau obligasi. Karena nilai pokok simpanan tidak berkurang Mengenal.
Mengenal Deposito Dengan Suku Bunga Yang Tetap
Deposito menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dari pada tabungan biasa. Sehingga memberikan pengembalian yang lebih baik. Dan Mengenal Deposito Dengan Suku Bunga Yang Tetap selama jangka waktu tertentu memberikan kepastian mengenai pendapatan yang akan di terima.
Maka nasabah dapat memilih jangka waktu deposito sesuai kebutuhan mulai dari satu bulan hingga beberapa tahun. Sehingga banyak bank yang menawarkan fasilitas perpanjangan otomatis (automatic roll over) untuk deposito berjangka. Tetapi jika nasabah menarik dana sebelum jatuh tempo biasanya akan di kenakan penalti atau denda. Yang dapat mengurangi keuntungan yang di peroleh.
Penarikan dini juga dapat menyebabkan bunga yang di terima menjadi lebih rendah dari yang di janjikan. Maka inflasi adalah peningkatan umum harga barang dan jasa dalam suatu perekonomian dari waktu ke waktu. Dan inflasi mengurangi daya beli uang karena dengan jumlah uang yang sama.
Inflasi di ukur menggunakan indeks harga konsumen (IHK) atau indeks harga produsen (IHP). Maka suku bunga deposito adalah pengembalian yang di berikan bank kepada nasabah yang menyimpan uangnya dalam deposito. Tetapi jika suku bunga deposito lebih tinggi dari tingkat inflasi, nilai riil dari uang yang di simpan dalam deposito akan meningkat.
Sebaliknya jika tingkat inflasi lebih tinggi dari suku bunga deposito. Maka nilai riil dari uang yang di simpan akan menurun. Sebagai contoh jika suku bunga deposito adalah 5% per tahun dan tingkat inflasi adalah 3% per tahun. Maka pengembalian riil dari deposito adalah 2% (5% – 3%). Tetapi jika tingkat inflasi adalah 6% per tahun pengembalian riil dari deposito adalah -1% (5% – 6%). Yang berarti daya beli uang berkurang meskipun nominal uang meningkat.