BPJPH

BPJPH Perkuat Kehalalan MBG, Kepala Dapur Jadi Penyelia Halal

BPJPH Menegaskan Bahwa Kepala Dapur Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Akan Di Beri Peran Sebagai Penyelia Halal. Untuk memastikan seluruh proses produksi makanan benar–benar sesuai prinsip halal. Kebijakan halal yang di gulirkan pemerintah terus di perluas menjelang penerapan Wajib Halal Oktober 2026.

Kebijakan ini di sampaikan Haikal Hassan dalam sebuah pertemuan di Menara Kadin Indonesia pada 17 November 2025. Ia menegaskan akan menjadikan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sebagai penyelia halal yang bertugas mengawasi penerapan standar halal dalam setiap tahap penyediaan makanan.

Dalam program MBG yang di jalankan di berbagai lokasi di Indonesia, kepala dapur menjadi sosok sentral yang memahami seluruh proses pengolahan makanan. Oleh karena itu, BPJPH memutuskan bahwa mereka akan di prioritaskan untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi sebagai penyelia halal. Dengan begitu, tidak hanya bahan makanan dan proses produksi saja yang bertanda halal. Tetapi juga orang yang bertanggung jawab terhadap proses tersebut memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar Jaminan Produk Halal (JPH).

Menurut rencana, BPJPH bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan institusi pelatihan terkait akan menggelar pelatihan berkala bagi kepala dapur MBG di seluruh Indonesia. Pelatihan ini fokus pada prinsip halal dari hulu (bahan baku) hingga hilir (penyajian makanan), serta prinsip trustability, traceability. Dan transparency sehingga kualitas makanan MBG tidak di ragukan lagi.

BPJPH Konteks Wajib Halal Oktober 2026

Kebijakan ini sejalan dengan persiapan pemerintah yang mengimplementasikan kewajiban sertifikasi halal nasional mulai Oktober 2026. Melalui regulasi ini, semua produk makanan, minuman, dan bahan konsumsi yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal sebagai bentuk perlindungan konsumen dan penjaminan kualitas.

Haikal Hassan semakin mempertegas hal ini dengan menyatakan bahwa sertifikasi halal bukan hanya sekadar pemenuhan aturan. Tetapi juga upaya memperkuat ekosistem halal nasional yang bisa memperluas akses pasar dan menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok halal dunia.

Mengapa Kepala Dapur MBG Penting?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis pemerintah yang menyediakan makanan bergizi untuk masyarakat. Termasuk di tempat-tempat umum dan komunitas yang membutuhkan. Dalam konteks ini, hadirnya jaminan halal menjadi penting agar masyarakat Muslim bisa merasa aman saat mengonsumsi makanan yang di sediakan.

Selama ini, isu tentang kehalalan makanan MBG sempat menjadi perhatian publik karena adanya kekhawatiran bahan yang di gunakan tidak jelas status halalnya. Haikal sendiri pernah menegaskan bahwa isu mengenai penggunaan minyak babi pada nampan atau peralatan MBG tidak benar dan telah di buktikan aman dan halal setelah diuji di laboratorium BPJPH.

Dengan menjadikan kepala dapur MBG sebagai penyelia halal, proses pengawasan di perluas hingga ke tingkat paling praktis. Yaitu orang yang mengelola langsung makanan di tempat penyajian. Ini di harapkan bisa menyelesaikan kekhawatiran masyarakat sekaligus mempercepat pemenuhan standar halal di semua program penyediaan makanan pemerintah.

Persiapan Pelatihan dan Sertifikasi

BPJPH telah memprogramkan pelatihan kompetensi bagi ribuan kepala dapur MBG di seluruh daerah. Pelatihan ini memadukan aspek pengelolaan makanan, prinsip halal. Hingga praktik sanitasi dan higiene yang merupakan bagian penting dalam jaminan produk halal.

Selain itu, BPJPH juga menyiapkan sertifikasi halal yang akan diberikan kepada produk dan proses MBG sebagai bukti resmi bahwa makanan. Dan tahapan produksinya telah memenuhi standar halal nasional, mulai dari bahan baku hingga makanan jadi yang siap disajikan kepada masyarakat.

Efek Positif Kebijakan

Dengan menjadikan kepala dapur MBG sebagai penyelia halal, pemerintah berharap proses jaminan produk halal menjadi lebih kuat. Dan menyentuh aspek–aspek praktis yang sering kali luput dari pengawasan. Langkah ini di harapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG serta memastikan pemenuhan prinsip halal dalam penyediaan makanan bergizi gratis tanpa diskriminasi.